8 Alasan Tidak Nonton di 21 Cinema
Sejak adanya bioskop selain 21 Cineplex di Indonesia, khususnya di Bandung dan Jakarta, pilihan menikmati film-film idaman semakin banyak. Dengan tagline “beyond movies“, bioskop tersebut memang menawarkan pengalaman yang lebih dari sekedar menonton.
Pada hari Sabtu kemaren, aku bersama dua orang teman nonton Bourne Ultimatum di 21 Cinema La Piazza, Kelapa Gading. Setelah menonton muncullah ide untuk tulisan ini. Tadinya aku ingin membuat 10 alasan tapi ternyata belum cukup jadinya hanya 8.
- Dilarang foto-foto.
Stupid securities! Sebenarnya peraturan ini tidak ada tertulis di bagian manapun di bioskop 21. Yang paling mengesalkan adalah tidak konsistennya para satpam tersebut dalam menegakkan peraturan ini. Buktinya HP yang berkamera asik-asik aja tuh foto sana foto sini, kenapa giliran yang make kamera beneran dilarang? - Tidak ada pilihan film Asia (selain Indonesia).
Film-film Asia sekarang banyak yang menarik untuk ditonton. Misalnya film Thai, Korea, Singapura, Malaysia, dll. Sayangnya 21 Cineplex sangat jarang sekali memberikan pilihan untuk film-film tersebut. Paling film lokal atau mandarin yang menembus Hollywood. - Bangkunya kurang intim.
Di bioskop sebelah, bangku untuk baris paling belakang sandaran tangannya (itu loh..biasanya ada tempat naro minumannya) bisa dinaikkan sehingga tidak ada pembatas antara bangku. Nuff said. - Tidak menyediakan tempat bagi pengguna kursi roda.
Hal ini bisa dilihat dari pintu masuk ke dalam studio yang menggunakan tangga. Sedangkan bioskop sebelah memiliki pintu masuk yang landai. - The Last Mimzy is coming soon?
Perasaan film ini sudah diputar bulan lalu di bioskop sebelah. - No lounge..studio baru biasanya ada tapi tidak semua.
21 Cinema di Djakarta Theater sepertinya ada lounge dan smoking lounge tapi tempatnya juga seadanya. Di bioskop 21 lainnya sepertinya belum semua ada fitur ini. - Ruang tunggu yang kurang nyaman.
Bangku yang disediakan untuk menunggu sampai film diputar sangat terbatas sehingga penonton harus berdiri atau melantai untuk menunggu. - Tidak masuk MURI.
Ini kurang penting sih sebenernya tapi cukup diperhitungkan.
Demikian pernyataan dari saya. Jika ada yang bisa menambahkan sila ditambahkan. Terima kasih.


